Hun Sen mengambil sikap tersebut seminggu setelah seorang warga Kamboja melihat 100 pasukan Thailand memasuki wilayah teritorial Kamboja di dekat sebuah kuil yang hancur karena serangan molotov tahun lalu.
"Saya katakan kepada Anda sebelumnya, jika anda memasuki (wilayah teritorial
Kamboja) lagi, kita akan berperang. Pasukan di garis pertahanan akan
melaksanakan tugasnya," kata Hun Sen dalam sebuah acara peresmian pemberian nama sebuah jalan di tepi pantai resort Sihanoukville, seperti dikutip channelnewsasia.com, Rabu (1/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kamboja dan Thailand sepertinya tidak berusaha membereskan permasalahan itu.
Pejabat Militer Thailand mengelak bahwa pasukan mereka melewati garis batas
kedua negara itu minggu lalu.
Juru bicara Menteri Luar Negeri Thailand, Tharit Charungwat, mengatakan bahwa dirinya tidak menerima laporan seperti apa yang dikatakan Hun Sen. Tharit mengatakan, masalah ini hanya sebuah kesalahpahaman.
"Thailand menginginkan menghindari peperangan dan lebih memilih jalan damai
untuk menyelesaikan permasalahan ini. Mekanisme di garis perbatasan tidak ada masalah," kata Tharit.
Garis batas antara kedua negara tidak pernah ditandai keseluruhan, karena
dibatasi oleh daerah bekas pemboman pada masa perang Kamboja pada dekade lalu. (van/anw)











































