Hadi Djamal: Lebih Cepat Datang Lebih Bagus

Jhonny Belum Penuhi Panggilan KPK

Hadi Djamal: Lebih Cepat Datang Lebih Bagus

- detikNews
Selasa, 31 Mar 2009 21:24 WIB
Hadi Djamal: Lebih Cepat Datang Lebih Bagus
Jakarta - Politikus Demokrat Jhonny Allen Marbun urung memenuhi panggilan KPK. Bahkan sampai-sampai Ketua Dewan Pembina Partai demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan secara paksa agar Jhonny menghentikan kampanye dan proaktif memenuhi panggilan KPK.

Hal yang sama diungkapkan tersangka kasus suap proyek dermaga dan pelabuhan di Indonesia timur Abdul Hadi Djamal. Karena keterangan Jhonny dianggap penting, Hadi pun menyuruh Jhonny agar segera datang ke KPK.

"Sebenarnya makin cepat Pak Jhonny Allen ke sini makin bagus, supaya kerjanya KPK lebih cepat," ujar Abdul Hadi usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta (31/3/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hadi menambahkan, kehadiran Jhonny ke KPK dinilai akan membuka tabir yang selama ini belum terkuak. Tidak lain karena jabatan Jhonny sebagai salah satu wakil ketua panitia anggaran DPR. "Ia penting dong, karena pimpinan kan," tambahnya.

Dengan mengenakan batik berwarna coklat, Hadi Djamal masih nampak segar setelah diperiksa selama 7 jam lebih.

Lalu saat wartawan bertanya, apakah dana yang diterima Jhonny terkait kampanye? "Hahahahaha," Hadi Djamal malah tertawa lebar.

Sebelumnya, Jhonny disebut oleh Abdul Hadi Djamal menerima Rp 1 miliar. Uang tersebut diduga diberikan oleh Komisaris PT Kurnia Jaya Wira Bakti Hontjo Kurniawan untuk memuluskan jalan menjadi rekanan proyek.

Senin 30 Maret 2009 kemarin, Jhonny mangkir dari panggilan KPK karena alasan sibuk berkampanye. Ia meminta KPK agar memanggil kembali dirinya setelah pemilu legislatif nanti.

Atas dasar itu KPK memenuhi permintaan Jhonny dengan menjadwalkan kembali pemanggilan Jhonny pada tanggal 13 April 2009. Melalui Ketua DPP Partai Demokrat, Andi Mallarangeng menyampaikan bahwa Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat SBY memerintahkan agar Jhonny segera memenuhi panggilan KPK dan menghentikan kampanye untuk partai Demokrat.

(ape/anw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads