"Berharap ada review komitmen bagi seluruh stakeholder yang terkait mulai dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mengatasi dan menanggulangi kondisi situ-situ serta tanggul-tanggul rawan baik yang ada di kawasan DKI Jakarta maupun di luar DKI," ujar Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Balaikota, Selasa (31/3/2009).
Saat ini, menurut Foke, pembahasan tentang situ serta tanggul yang rawan akan dipimpin langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengantisipasi kejadian yang terjadi seperti di Situ Gintung, pemda DKI akan mengkaji ulang beberapa hal yang menyangkut
pengamanan dan antisipasi adanya tanggung jebol ataupun kerusakan pada situ-situ di DKI Jakarta.
"Seperti kali Pesanggrahan tidak punya early warning system, itu perlu diadakan karena ternyata rawan banjir," ujarnya.
Foke menambahkan, untuk DKI Jakarta banyak sungai yang akan dikaji kembali mana yang akan dikeruk dan diperlebar.
"Misalnya kali Pesanggrahan dalam simpul tertentu termasuk yang harus kita keruk," tambahnya.
Hanya saja untuk kali Pesanggrahan tidak termasuk dalam prioritas tahap pertama pengerukan 13 kali yang dibiayai bank dunia.
"Review ini penting untuk membahas apakah pengerukan kali pesanggrahan prioritasnya dirubah menjadi yang pertama," kata pria berkumis ini.
Sebab, lanjut Foke, kesepakatan dengan bank dunia tidak hanya dengan DKI tapi juga dengan Pemerintah Pusat karena hingga saat ini DKI dan Pusat sudah membuktikan bisa bekerjasama lebih efektif dengan memperbaiki turap/beton pinggir sungai di BKB (Banjir Kanal Barat).
"Turap itu diperbaiki supaya tanggul sungai tidak jebol," pungkasnya
(fiq/ndr)











































