Sambil berurai air mata Gunawan menuturkan kembali detik-detik terakhir kebersamaan mereka. Pada dini hari, Jumat (27/3), keduanya sedang bersiap melaksanakan salat subuh. Mendadak saja Gunawan mendengar suara gemuruh sangat keras dan spontan membangunkan dua putra, Risky (29) dan Iwan (21).
Sambil berlari menyelamatkan diri, Gunawan mengajak sang istri untuk secepatnya ikut keluar rumah yang saat itu sudah mulai diterobos air bah. Suparni yang sudah mengenakan mukena menolak ajakan itu, perempuan setengah baya itu hendak terlebih dahulu menyelesaikan salat subuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sudah pegang tangannya, tapi terlepas. Istri saya bilang 'Bapak lepasin saja. Bapak duluan saja'. Saya masih sempat dengar istri saya teriak Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar!" tutur
Gunawan.
Tidak kuasa melawan derasnya arus, Gunawan berenang menyusul dua putranya. Setelah arus air relatif tenang satu jam kemudian, ketiganya bergegas mencari Suparni di rumah dan sekelilingnya. Suparni berhasil ditemukan, hanya saja dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
"Saya langsung gendong, badannya terasa ringan. Dia istri yang sabar dan setia," kenang Gunawan terharu.
Saat ditemui detikcom, Selasa (31/3/2009), Gunawan dibantu dua putranya sedang mencari-cari dokumen penting dan barang-barang dalam rumah yang masih bisa diselamatkan dari lumpur yang menyelimuti tempat tinggal mereka. Sejak enam bulan lalu keluarga ini sudah berniat pindah dari rumah seluas 200 meter persegi di kampung Gintung itu.
"Kami berencana membuka usaha, jadi mau pindah ke rumah yang lebih dekat dengan jalan raya," jelas Rizki.
(lh/nrl)











































