Umdo adalah seorang pencari sampah di Waduk Pluit, Jakarta Utara. Pemuda blasteran Bima-Betawi itu baru saja menawari saya untuk berkeliling Waduk Pluit dengan sampan miliknya yang biasa digunakan mencari sampah.
Saya melihat ke arah waduk itu. Airnya hitam, banyak sampah dan sebagian permukaannya berwarna putih. Sayangnya bukan salju, itu busa detergen.
Jika Situ Gintung sebelum jebol merupakan kawasan wisata yang indah, Waduk Pluit adalah kebalikannya.
Akhirnya saya setuju dengan tawarannya. Sampan kecil pun segera melaju diatas permukaan seputih salju ini.
Rekan Umdo, Santa (27) ikut bergabung dalam perjalanan kecil ini. Umdo cukup cekatan mendayung sampannya.
"Kalau banjir malah enak. Banyak sampah, jadi banyak rezeki," cerita Umdo.
Dia menjelaskan untuk gelas dan botol air mineral plastik, dijualnya Rp 1.600, untuk tas plastik Rp 500.
"Dapatnya tidak tentu, kadang 5 kilo, kadang cuma 2 kilo," ujarnya riang.
Umdo mengaku pernah mendapatkan uang Rp 8 juta saat sedang mencari sampah. Uang itu entah milik siapa, ia menemukannya di tengah waduk, terbungkus rapat dalam kantung plastik.
"Yah namanya rezeki," ujarnya.
Setelah berkeliling Waduk, Umdo mengaku berharap tragedi Situ Gintung tidak terjadi di Waduk Pluit. Menurutnya entah bagaimana nasib warga sekitar yang kurang mampu.
"Jangan sampai deh," harapnya. (rdf/nwk)











































