Bahkan, pengurusan surat izin itu sangat mudah. Surat izin bagi Garuda selesai hanya dalam waktu satu minggu. Namun, bisa jadi pengurusan yang mudah ini karena Garuda membawa Presiden SBY dan rombongan untuk hadir di KTT G-20.
"Kita sangat mudah mengurus izin mendarat, seminggu selesai. Padahal, larangan UE belum dicabut," kata EVP Operation Garuda Indonesia, Capt Ari Sapari saat berbincang dengan detikcom di dalam pesawat dalam penerbangan Jakarta-London.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ari Sapari berharap pendaratan pesawat Garuda ini membuat UE mencabut larangan bagi maskapai Indonesia. Dia juga berharap pemerintah, melalui Departemen Perhubungan, terus melobi UE agar mencabut larangan itu.
Garuda, menurut Ari, sudah sangat siap untuk membuka rute penerbangan ke Eropa. Apalagi, baru-baru ini Garuda juga telah memperbarui pesawatnya. Misal, pada 2 Maret 2009 lalu, Garuda telah membeli delapan pesawat Boeing 737-800 NG.
Namun, menurut Dirut Garuda Emirsyah Satar, bila memang UE mencabut larangan terbang bagi maskapai Indonesia, Garuda belum tentu langsung membuka rute ke Eropa. "Akan kita survei dulu, ada penumpangnya tidak, karena saat ini sedang krisis global," kata Emirsyah.
(ris/nwk)











































