Wartawan Rusia Cermati Pemilu Indonesia

Wartawan Rusia Cermati Pemilu Indonesia

- detikNews
Selasa, 31 Mar 2009 00:34 WIB
Wartawan Rusia Cermati Pemilu Indonesia
Moskow - Pemilu Indonesia pada 9 April akan datang mendapat perhatian serius dari para wartawan Rusia. Satu lembaga Rusia juga telah mengajukan diri untuk menjadi pemantau.

Demikian seperti disampaikan Koordinator Fungsi Pensosud M. Aji Surya kepada detikcom melalui siaran pers, Senin (30/3/2009) petang ini waktu Eropa Tengah.

Tercatat sejumlah 21 orang wartawan Rusia ikut menghadiri sosialisasi Pemilu Indonesia 2009, yang digelar secara khusus untuk mereka di KBRI Moskow siang tadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Melalui tangan wartawan ini masyarakat asing di luar negeri menjadi lebih paham tentang merah birunya perkembangan demokrasi di Indonesia,” kata Dubes Hamid Awaludin, narasumber utama.

Berbeda dengan sosialisasi untuk WNI, Hamid di depan wartawan Rusia lebih banyak menerangkan tentang rumitnya pelaksanaan pemilu di negeri ribuan pulau, Indonesia, dengan jumlah pemilih lebih dari 170 juta jiwa dan terserak di berbagai pulau.

"Ini belum lagi ditambah dengan kerumitan banyaknya partai dan caleg, cara memilih hingga perhitungannya. Penegakan demokrasi Indonesia layak mendapat pengakuan internasional," ujar Hamid.

Seluruh Dunia

Disebutkan, Indonesia juga merupakan negara demokratis yang sangat peduli terhadap warganya di luar negeri. Sebanyak 1,5 juta WNI di luar Indonesia akan memberikan suaranya di 117 PPLN dan 873 TPSLN.

“Jujur saja, tidak semua negara yang mengaku demokratis melaksanakan pemilu di luar negeri,” imbuh Hamid.

Menurut Hamid, hal lain yang sangat penting adalah bahwa pemilu di Indonesia diawasi oleh berbagai lembaga pemilu internasional, baik datang dari negara maju maupun berkembang.

"Ini semua dimaksudkan untuk menjamin fairness dari perhelatan akbar dimaksud. Dari Rusia terdapat satu lembaga yang telah mengajukan diri untuk menjadi pemantau pada saat pemilu presiden mendatang," demikian Hamid.

Para wartawan Rusia itu antusias mengikuti penjelasan kompleksitas pemilu di Indonesia dan banyak melontarkan pertanyaan terkait dengan penegakan demokrasi di Indonesia. “Pengalaman Indonesia sangat baik buat kita semua di Rusia,” ujar seorang wartawan tanpa basa basi.

Sosialisasi serupa akan dilanjutkan pada pekan pertama April di depan para pakar the Institute of World Economy and International Relations (IMEMO), sebuah think tank yang didirikan oleh Russian Academy of Sciences (1956).

Sedangkan sosialisasi untuk WNI di Moskow dan sekitarnya telah dilaksanakan pada 28/3/2009, dengan pemateri Ketua KPPSLN Moskow, Basuki Sugiyono.

(es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads