"Kasihlah mereka kesempatan untuk kampanye," ujar Abdul Hadi usai diperiksa di gedung KPK, Kuningan, Jakarta.
Politikus Partai Demokrat ini nampak segar setelah 11 jam diperiksa penyidik KPK. Dengan mengenakan kemeja batik warna merah, sesekali senyuman keluar dari raut wajahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut rencana, Jhonny Allen dijadwalkan untuk dimintai keterangan sebagai saksi bagi Abdul Hadi. Namun, ia urung memenuhi panggilan KPK karena alasan sibuk berkampanye untuk partai Demokrat.
Jhonny, disebut-sebut Abdul Hadi pernah menerima Rp 1 miliar dari pengusaha asal Surabaya Hontjo Kurniawan. Abdul Hadi juga menyebutkan Jhonny sebagai inisiator pertemuan di Hotel Four Season pada 19 Februari 2009 lalu.
Saat itu dibahas kenaikan dana stimulus Rp 2 trilliun untuk perbaikan infrastuktur di Departemen Perhubungan dan Pekerjaan Umum. Abdul Hadi sendiri tertangkap tangan oleh KPK pada 2 Maret 2009 bersama PNS Dephub Darmawati Darero.
Ditemukan tas berisi US$ 90 ribu dan Rp 54,5 juta di dalam mobil Darmawati. Diduga uang tersebut sebagai suap dalam proyek dermaga di Indonesia Timur.
(ape/anw)










































