Pembatasan akses masuk bagi warga menuju lokasi bencana Situ Gintung, Tangerang Selatan, yang menjadi penyebabnya. Belasan pedagang jajanan yang membawa dagangan ke sana mengaku mengalami penurunan omset yang drastis bila dibandingkan akhir pekan lalu.
"Saya baru dapat Rp 30 ribu, kemarin jam segini sudah dapat Rp 70 ribu," keluh Udi, seorang penjaja ice cream keliling.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Udi dan Kadir adalah dua dari belasan pedangan asongan yang beroperasi di dekat titik jebolnya tanggul Situ Gintung. Mereka berkeliling menjajakan dagangannya kepada anggota tim SAR yang sedang beristirahat dan warga yang menonton berlangsungnya evakuasi.
Ramainya warga yang datang menonton evakuasi dan banyaknya tim evakuasi, menarik minat mereka ini menjajal peruntungan. Dua pemuda yang sehari-hari berjualan di sekitar terminal Lebak Bulus mengaku sudah mengalihkan sementara 'daerah operasi' ke Situ Gintung.
Yenni yang menjajan es cendol tidak seberuntung Udi dan Kadir. Baru pagi tadi wanita muda ini mengadu untung di Situ Gintung dan ternyata peruntungannya kurang memuaskan. Namun rupanya dia tidak terlalu kecewa.
"Mungkin belum rejeki saya. Tapi yang penting penasaran saya hilang karena sudah lihat lokasi. Semoga nanti sore lebih ramai," harapnya.
Tiga orang ini termasuk beruntung bisa berkeliling menjajakan dagangan di tengah kesibukan tim SAR dan penonton yang ingin tahu. Ada belasan lagi pedagang jajanan yang dilarang masuk lokasi karena dikhawatirkan mengganggu proses evakuasi seperti pejual bakso, siomay, mie ayam dan sate padang.
(lh/iy)










































