"Hingga siang tadi korban tewas masih 1 orang. Korban yang ditemukan di Padang Ganting itu bernama Yuliar berusia 68 tahun berasal dari Koto Panjang kecamatan Sungai Tarab," kata Kepala Humas Tanah Datar, Yusrizal, ketika dihubungi detikcom Senin (30/3/2009).
Lebih lanjut, Yusrizal mengatakan, banjir bandang juga meyebabkan setidaknya 5 jembatan putus akibat dihantam air. Jembatan-jembatan tersebut adalah jembatan yang menghubungkan Sungai Tarab dengan Ladang Koto, jembatan Lakuang Padang Jaya, jembatan Lurah Ampuah, jembatan Pincuran Dama dan Pincuran Talo Supayang serta jembatan Talao Situmbuak kecamatan Salimpaung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yusrizal menambahkan, dari enam kecamatan di Tanah Datar yang dihantam banjir bandang, Kecamatan Sungai Tarab merupakan kawasan yang dinilai paling parah. Sejumlah nagari (desa) seperti nagari Pasia Laweh dan Sungai Tarab kondisinya pasca diterjang banjir relatif lebih parah dibandingkan kawasan yang mengalami kejadian serupa.
Berdasarkan data sementara, di kenagarian Pasia Laweh kecamatan Sungai Tarab 2 orang dinyatakan hilang dan masih dicari, 13 ternak dihanyutkan air, 22 rumah rusak dan 9 di antaranya hanyut, 1 mesjid dan 2 mushalla rusak serta 30 hektar sawah tertimbun lumpur. Selain itu, Pasar Pasia Laweh yang baru saja dibangun ludes tersapu banjir.
"Di Tanjung Alam kecamatan Tanjung Baru 50 hektar sawah tertimbun tanah, masing-masing di jorong Bayua, Gantiang Ateh dan Gantiang Bawah, sedangkan di jorong Ampaleh 2 Kepala Bandar rusak. Selanjutnya di Lurah Ampuah jorong Kandang Malabuang kenagarian Lawang Mandahiliang 20 KK dengan 150 jiwa terisolasi akibat jembatan yang menghubungkan ke jalan raya terputus," ujarnya.
Yusrizal mengatakan, di Koto Panjang kecamatan Sungai Tarab 8 ekor sapi hanyut dan seorang wanita bernama Ayu terluka. Sedangkan di Pakarak Pagaruyuang dilaporkan 3 ternak juga hanyut dibawa air bah.
(yon/djo)











































