Jakarta dan Kota yang Sakit (4)

Jakarta dan Kota yang Sakit (4)

- detikNews
Senin, 30 Mar 2009 15:08 WIB
Jakarta dan Kota yang Sakit (4)
Jakarta - Baling-baling kapal boat yang hendak menuju ke Pulau Kelapa berhenti mendadak. Seorang awak kapal terlihat membuang sampah yang masuk ke baling-baling. Kejadian serupa terulang hingga 3 kali.

"Ya beginilah laut Jakarta. Sampahnya bikin baling-baling berhenti. Kadang malah kasur yang masuk ke baling-baling," kata awak kapal, Prio (29), kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Kapal boat itu berangkat dari Pelabuhan Marina sekitar pukul 07.00 WIB pagi. Perjalanan menuju Pulau Kelapa ditempuh kurang lebih 2,5 jam perjalanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di pulau ini, terdapat pusat pemerintahan Kepulauan Seribu yaitu Kantor Bupati, Polres dan perangkat muspida lainnya.

Selain bermasalah dengan sampah, Kepulauan Seribu yang memiliki 2 kecamatan ini pun tidak pernah diurus dengan serius oleh Pemprov DKI Jakarta.
Pembangunan pelabuhan udara tidak kunjung selesai. Pemasangan listrik dengan menarik kabel dari Jakarta pun tidak maksimal.

Akses menuju Kepulauan Seribu pun tertutup oleh banyaknya kawasan kumuh di Pelabuhan Muara Karang. Akses publik ini bau, kotor dan tidak tertata. Sekali ada akses yang nyaman dan aman, pelabuhan tersebut telah terprivatisasi oleh pengembang.

Eks Bupati Kepulauan Seribu yang kini Walikota Jakarta Barat, Djoko Ramadan pernah menggagas paket wisata dari Kota-Muara Karang-Kepulauan Seribu pada akhir 2007.

Nantinya, akan ada shulter bus wisata yang jemput bola Kota-Muara Karang. Sayang, paket itu kini tak kunjung tercapai.

Alhasil, warga Jakarta buta tentang Kepulauan Seribu, baik akses transportasi maupun pesona yang ditawarkan. "Lebih baik ke Anyer. Ke Kepulauan Seribu lewat mana? Apanya yang bagus?," kata Fahmi (29), karyawan swasta kepada detikcom, Senin, (30/3/2009).

Padahal jika diurus dengan serius, Kepulauan Seribu menawarkan pesona yang tak kalah dengan Lombok. Di seputar Pulau Pramuka, terdapat beberapa pulau dengan laut yang biru kehijau-hijauan, pasir putih, ikan yang melimpah dan belum tercemar, udara bebas polusi dan view sunrise dan sunset yang sempurna.

"Perjalanan 2,5 jam dah sampai Lombok. Kalau perjalanan darat sudah sampai Bandung tuh," timpal Veri (26) kepada detikcom.

(asp/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads