Desak Korupsi Kepsek Diusut, Siswa SMU 17 Medan Mogok Belajar

Desak Korupsi Kepsek Diusut, Siswa SMU 17 Medan Mogok Belajar

- detikNews
Senin, 30 Mar 2009 14:29 WIB
Medan - Sekitar 500 siswa Sekolah Menengah Umum (SMU) Negeri 17 Medan, kembali menggelar unjukrasa di sekolahnya, Senin (30/3/2009). Mereka mogok belajar karena kasus dugaan korupsi yang dilakukan Kepala Sekolah (Kepsek) Karbin Tarigan tak kunjung diproses Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) Medan.

Dalam aksinya, siswa dan guru mendesak Kepsek Karbin Tarigan copot dari jabatannya. Aksi mogok belajar ini nyaris diwarnai kericuhan. Pasalnya, seorang warga berusaha menerobos masuk ke lingkungan sekolah mengejar seorang guru yang berpihak kepada kepsek. Warga marah karena oknum guru tersebut mengancam siswa dan guru lain menggelar aksi mogok belajar. 

Demonstrasi ratusan siswa SMA Negeri 17 Medan akhirnya mereda setelah petugas kepolisian Mapolsekta Pancur Batu terjun ke lokasi. 

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksi mogok belajar dimulai sejak pagi. Mereka tidak masuk kelas dan menggelar poster dan spanduk di halaman sekolah.  Selain siswa, sejumlah guru juga terlibat dan tidak masuk kelas memberikan pelajaran. Akibatnya, proses belajar-mengajar di SMU Negeri 17 Medan terganggu. 

Siswa kelas 2 Gracia Monica mengaku, tidak akan mengikuti proses belajar mengajar sebelum Karbin Tarigan mengembalikan uang pembelian baju, alat-alat pendukung laboratorium, pembelian perangkat komputer, termasuk uang kelengkapan perpustakaan sekolah yang dikutip Karbin Tarigan dari siswa. 

"Sudah dua tahun uangnya dikutip dari siswa. Tapi tidak dibeli juga. Mulai uang beli baju, perlengkapan komputer dan untuk buku perpustakaan," kata Gracia. 

Menurut Monica, Karbin Tarigan mengutip uang pembelian baju sekolah sebesar tiga ratus ribu rupiah tiap siswa.

Sementara salah seorang guru, Fatar Tambunan mengatakan, perbuatan Kepsek Karbin Tarigan sudah keterlaluan dan tidak dapat ditolerir lagi. 

"Tidak itu saja, kepsek juga menolak menandatangani kenaikan gaji berkala para guru. Ini tandanya kepsek tidak berpihak kepada perbaikan kualitas pendidikan di sekolah ini," kata Fatar.

(rul/djo)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini