Pantauan detikcom, Senin (30/3/2009), Jl Gunung Surya, alat pengangkut tersebut tertanam setengah badan karena tanah di lokasi masih labil atau agak gembur. Sementara itu, satu eskavator lainnya mencoba menarik eskavator yang tertanam itu dengan dengan cara mengeruk tanahnya.
Sopir eskavator yang mengeruk tanah mengalami kesulitan karena harus melalui aliran air yang tanahnya juga gembur. Alhasil kendaraan berat yang tertanam itu dibiarkan saja karena susah untuk mengangkatnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jalan sedang kami perbaiki. Kami juga sedang membangun gorong-gorong yang sempat rusak dan mampet. Fondasi dasar sudah ada. Saat ini kami hanya menambahkan batuan kasar sebagai alat. Nantinya akan kita aspal. Yang penting kendaraan bisa lewat," kata Kadin PU Tangerang Selatan, Edi Malonda, di lokasi.
Puluhan warga sekitar banyak yang ingin menyaksikan perbaikan jalan akses ini. Karena banyaknya warga yang menonton, para pekerja sempat terganggu dan mengingatkan para warga.
"Bapak Ibu, tolong ke atas sedikit, jangan mengganggu pekerja," ujar salah satu pekerja kepada para warga.
Jalan akses ini sempat rusak karena tertutupi oleh puing-puing dan aliran air akibat jebolnya tanggul Situ Gintung. Hari pertama tragedi Situ Gintung terjadi, jalan ini sama sekali tidak bisa digunakan. Pekerjaan sampai saat ini sudah hampir 70 persen rampung. Diusahakan Selasa (31/3) pagi jalan ini sudah bisa digunakan warga.
(gus/nrl)











































