Jakarta dan Kota yang Sakit (3)

Jakarta dan Kota yang Sakit (3)

- detikNews
Senin, 30 Mar 2009 12:30 WIB
Jakarta dan Kota yang Sakit (3)
Jakarta - Dengan raut wajah kecewa, Leni Kosasih keluar dari ruangan Kanit Reskrim Polsek Kebayoran Baru, Ipda Dian Indra akhir pekan lalu. Ibunda Maria Fransisca Bernadette Elen (22), korban pembunuhan di Pacific Place ini tidak kuasa menahan geram.

"Kalau tidak segera terungkap akan saya beberkan ke masyarakat tentang kinerja polisi," ancam Leni saat dihubungi wartawan setelah keluar dari Mapolsek Kebayoran Baru, Jalan Kyai Maja, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Kasus pembunuhan Elen, Nasruddin, dan mayat dalam koper yang dibuang di tol serta mutilasi Muara Gembong merupakan beberapa kasus yang hingga kini masih misterius.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai kota dengan kepadatan penduduk sangat tinggi, heterogenitas serta kesenjangan sosial yang kontras, kejahatan bisa terjadi kapan pun.

Menurut catatan akhir tahun Polda Metro Jaya, dalam setahun kurang lebih 60 ribu kasus kejahatan diterima polisi. Dari data tersebut, tidak sampai 50% yang tertangani, dipetieskan dan tertumpuk berkas-berkas kasus kejahatan yang baru.

Dalam sebulan, minimal ada 5 kasus pembunuhan. Dalam 3 menit sekali, minimal ada satu kejahatan. Demikian hasil repor tahunan 2008 tersebut.

Belum lagi kejahatan yang tak terpantau seperti pelacuran, judi serta "main mata" aparat dan warga. Atau kejahatan yang tak dilaporkan oleh warga karena malas berurusan dengan polisi.

"Ngapain juga dilaporkan, nggak mungkin ketangkap," kata Safir yang kecopetan HP di bus di daerah Sawah Besar, Jakarta Pusat.

(asp/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads