Korban pun berjatuhan di sepanjang jalan yang dilalui genk motor tersebut. Korban pertama yaitu Toto (20 tahun) warga desa Bodelor kecamatan Plered.
"Saya nggak kenal mereka. Nggak ada masalah, langsung sabet tangan pakai samurai. Padahal saya lagi naik motor bareng teman," ujar Toto di Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Gunung Djati Cirebon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat sabetan tersebut, Toto harus mendapat 12 jahitan. Bahkan sebelum menyabet Toto, sekitar 20-an orang genk motor tersebut sempat memblokir jalan untuk mencari anggota genk lain.
"Ada sekitar 20-an motor dari arah perumnas sempat blokir jalan danย melempari warung," papar Rahmat, warga yang sempat mengetahui kebrutalan genk motor tersebut.
Beruntung saat akan menjarah isi warung, sejumlah warga yang sedang ronda langsung mengusir para penjahat jalanan tersebut. Ulah genk motor berlanjut di Jl Cipto Mangunkusumo. Seorang pengendara motor sempat diculik dan dianiaya.
Bahkan, 2 sepeda motor yang sedang diparkir di pinggir jalan di rusak menggunakan botol dan pedang. "Waktu diculik sempat ditanyai anggota genk bukan? Saya jawab bukan, malah dipukulin sampai bibir saya robek," ujar Mohamad Habibi (18 tahun) warga Sunyaragi.
Saat ini para anggota genk motor ini masih dicari petugas kepolisian setempat. Aksi genk motor kembali marak di Kota Cirebon setelah polisi sudah jarang melakukan razia kendaraan di jalan protokol kota.
(gus/gus)











































