Hujan mulai turun sejak pukul 19.30 Wita, Sabtu (28/3/2009) di seluruh wilayah Samarinda. Tidak hanya disertai angin kencang, hujan lebat juga disertai gelegar petir. Air deras mengalir dari perbukitan di kawasan Kelurahan Tanah Merah dan Kelurahan Sungai Siring.
Banjir selutut orang dewasa pun menggenangi ratusan rumah warga di Kelurahan Kebun Agung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya itu, puluhan pedagang pasar malam di kawasan Kebun Agung, juga terjebak banjir di kawasan simpang tiga Kebun Agung-Terminal Bus Lempake Jl DI Panjaitan. Kawasan tersebut hanya bisa dilalui kendaraan roda empat, menyusul ketinggian banjir merendam mesin motor roda dua.
"Ya, mau nggak mau Pak. Tunggu surut dulu banjirnya," kata Parmono, salah seorang pedagang pasar malam saat ditemui detikcom di kawasan Simpang Tiga Kebun Agung-Terminal Lempake.
Banjir selutut orang dewasa, juga telah merendam rumah warga di Jl Pemuda I hingga Jl Pemuda III, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Samarinda Utara. Warga yang sempat tertidur,akhirnya terbangun begitu mengetahui banjir memasuki rumah mereka.
"Biasanya kalau sudah banjir selutut begini,bertahan sampai 2 hari kedepan. Mudah-mudahan saja, tidak semakin meninggi," ujar Herman Salam, warga Jl Pemuda I.
Pantauan detikcom,selain menggenangi ratusan rumah warga,banjir juga merendam sejumlah ruas jalan.Diantaranya,Jl KH Wahid Hasyim,Jl M Yamin,Jl Remaja serta Jl DIPanjaitan. Ketinggian air rata-rata mencapai 30 centimeter.
(rdf/rdf)











































