Demikian siaran pers Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) yang diterima detikcom, Sabtu (28/3/2009). Siaran pers itu dikirim menanggapi jebolnya tanggul Situ Gintung, Tangerang Selatan, yang menelan puluhan korban jiwa.
"Sebanyak 68 persen situ dalam keadaan rusak," kata Direktur Eksekutif Nasional WALHI, Berry Nahdian Forqan, dalam siaran pers itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tragedi jebolnya tanggul Situ Gintung harus jadi pelajaran. Tanggul yang dibangun 1932 itu jebol akibat kombinasi antara kelalaian pemeliharaan rutin, pengabaian laporan kerusakan dan alih fungsi lahan pendukung yang tidak terkendali.
"November 2008 bencana sama dalam skala lebih kecil terjadi dan sudah pula dilaporkan masyarakat. Tapi laporan itu tidak ditanggapi pemerintah setempat," kata Berry.
(lh/nwk)











































