"Apa yang terjadi di Situ Gintung merupakan salah satu bukti buruknya kebijakan sumber daya air, yang akan berimbas pada penanganan insfrastruktur sumber sumber daya air," kata Koordinator Nasional Koalisi Rakyat untuk Hak Asasi Air (KRuHA) Hamong Santono dalam rilis yang diterima detikcom, Jumat (27/3/2009).
Menurut Hamong, tragedi itu juga merupakan bukti bahwa sumber daya air tidak pernah menjadi prioritas utama pembangunan. Dengan alasan keterbatasan anggaran, pemeritah selalu berusaha menarik swasta untuk membiayai infrastruktur sumber daya air. Namun, sangat sedikit sekali investor untuk berinvestasi di sektor tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hamong mengatakan, ambrolnya tanggul danau Gintung juga mercerminkan buruknya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Karena itu, KRuHA meminta agar kedua belah pihak dan instasi lain yang bekeprntingan memperbaiki koordinasi tersebut.
"Kami juga meminta agar pemerintah segera meningkatkan anggaran untuk pembiayaan infrastruktur sumber daya air, tanpa harus menunggu investasi swasta," pungkasnya.
(irw/ken)










































