Walhi: Indikasi Rusak Sejak November 2008, Pemerintah Lalai

Tanggul Situ Gintung Jebol

Walhi: Indikasi Rusak Sejak November 2008, Pemerintah Lalai

- detikNews
Jumat, 27 Mar 2009 14:35 WIB
Walhi: Indikasi Rusak Sejak November 2008, Pemerintah Lalai
Jakarta - Awalnya Situ Gintung dijadikan salah satu pengendali banjir di Jakarta dan sekitarnya. Namun kini, situ seluas 21 hektar itu justru membuat petaka untuk warga yang tinggal di sekitarnya.

Lebih dari 40 orang tewas akibat robohnya tanggul Situ Gintung, Tangerang, Banten. Peristiwa itu tidak akan terjadi jika pemerintah mendengarkan aspirasi warganya.

"Indikasi kalau tanggul bermasalah itu sudah muncul sejak November 2008 waktu itu kan jebol tapi nggak parah. Dan warga sudah khawatir sudah sejak 2 tahun terakhir ini," kata Direktur Eksekutif Walhi Jakarta Slamet Daroyni kepada detikcom, Jumat (27/3/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, menurut Slamet, kekhawatiran warga tersebut tidak mendapat respons yang signifikan dari pemerintah setempat. Slamet pun menilai, pemerintah Provinsi Banten dan Kabupaten Tangerang telah lalai dan membiarkan keselamatan masyarakat terancam.

"Seharusnya pemerintah memastikan masyarakat terselamatkan dari ancaman. Ada kelalaian oleh pemerintah setempat terkait dengan kondisi tanggul yang sebetulnya sudah tidak layak," tandas Slamet.

Menurut Slamet, dilihat dari usia, tanggul tersebut memang sudah sangat tua. Sudah seharusnya pemerintah merenovasi tanggul tersebut.

"Itu kan sudah sejak zaman Belanda, sudah seharusnya ditinjau ulang apakah memang masih layak," kata Slamet.

Slamet mengatakan, jika pemerintah daerah memang belum bisa merenovasi tanggul, setidaknya bisa memberlakukan early warning system. "Bisa saja kan waktu musim curah hujan tinggi, pemerintah menginstruksikan warga untuk mengungsi sementara. Tapi itu tidak terjadi," katanya.
(ken/iy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini