"Sebenarnya saya sudah punya firasat," ucapnya lirih, saat ditemui di Posko UMJ, Situ Gintung, Cireundeu, Tangerang, Banten, Jumat (27/3/2009).
Nani mengaku, dirinya masih berharap suaminya H Naing, anaknya Subki, menantunya Iin, dan cucunya Intan yang baru berumur 2 bulan bisa ditemukan selamat.
Pukul 04.30 WIB, tidak seperti biasanya, Nani berangkat ke pasar. "Biasanya saya pergi pukul 05.30 WIB, tapi karena hari libur saya pergi lebih pagi. Takut barang belanjaan di Pasar Ciputat habis," jelasnya.
Nani bergegas ke pasar. Walau saat berangkat, warga sudah di sekitar rumah sudah ramai memperbincangkan mengenai air yang meninggi di sekitar Situ Gintung.
1 Jam berbelanja di Pasar Ciputat, dia pun pulang. Namun alangkah kagetnya saat mendapati rumahnya sudah terendam sampai setinggi genting.
"Di jalan saya sempat kaget, kenapa di jalan orang ramai. Enggak tahunya banjir," ucapnya tersedu.
Berjilbab ungu, dengan baju batik lengan panjang dan celana bahan kain, dia mengecek ke lokasi pengungsian di UMJ dan STIE Ahmad Dahlan.
"Semoga mereka selamat," harapnya.
(ndr/ken)











































