Seluruh umat Hindu di Bali malam hari ini, Kamis (26/3/2009) tidak menyalakan lampu. Baik di jalan raya, depan rumah dan di dalam rumah. Untuk menjaga umatnya khusuk menjalankan amati geni, petugas keamanan desa atau pecalang melakukan pengawasan keliling desa. Mereka menghimbau warganya untuk tidak menyalakan lampu.
Suasana makin terasa gelap karena tidak ada bulan bersinar. Nyepi memang jatuh pada malam tilem kesangan (bulan mati). Selain umat Hindu, umat lainnya pun toleran dengan tidak menyalakan lampu di rumahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, bandara Ngurah Rai, pelabuhan laut Gilimanuk dan Padangbai tutup selama 24 jam. Kegiatan yang juga dilarang pada saat Nyepi, yaitu amati karya (tidak boleh bekerja) dan amati lelungaan (tidak berpergian). Larangan tidak boleh menghidupkan lampu juga dilaksanakan oleh hotel-hotel yang ada dikawasan wisata, seperti Kuta, Sanur, dan Nusa Dua.
Meskipun melaksanakan catur barata penyepian, fasilitas umum yang diijinkan beroperasi yaitu rumah sakit.
(gds/ndr)











































