Tidak ada aktivitas mencolok. Umat Hindu hanya berdoa dan meresapi makna Nyepi yang bertepatan dengan tahun baru Saka 1931. Asap dupa dan pernak-pernik Nyepi menyelimuti kompleks Pura yang cukup besar tersebut.
"Ini semacam refleksi dan intropeksi terhadap segala tindakan manusia terhadap lingkungan, alam dan Tuhan," kata IG Oka Sudiarsa, pemuka agama Hindu dikedua pura tersebut, Kamis (26/3/2009).
Sehari sebelumnya, arak-arakan ogoh-ogoh (patung besar berbentuk raksasa hijau dan merah) berlangsung meriah. Pagi hari, ogoh-ogoh diarak berkeliling pura di Pura Aditya Jaya Rawamangun.
Sore harinya, ogoh-ogoh diarak di Pura Agung Wira Satya Buana, keliling menuju Jalan Medan Merdeka Barat dan kembali ke Pura di jalan Persatuan Guru kompleks Paspampres.
"Setelah selesai, ogoh-ogoh dibakar untuk memusnahkan symbol si pengganggu," imbuh Oka Sudiarsa.
(Ari/ken)











































