Pada Rabu 25 Maret kemarin, Rafael Durango, nama pilot itu, terbang bersama co-pilotnya di atas hutan lebat dekat Kolombia. Entah mengapa pesawat berjenis MK-89 Strikemaster mengalami kecelakaan. Regu penyelamat yang menemukan keberadaan mereka segera melakukan evakuasi.
Rafael pun diangkat ke atas helikopter dibantu oleh seorang anggota regu. Tiba-tiba, kawat yang dipakai untuk menaikkan Rafael putus. Pilot itu terjatuh lagi. Namun, kali ini nyawanya tak tertolong. Begitu pula penyelamat yang memegangi tubuh Rafael saat menggantung di udara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kawat yang membawa ke helikopter putus dan pilot dan seorang penyelamat jatuh, meninggal dalam operasi penyelamatan," kata juru bicara Angkatan Udara Ekuador, Kolonel Hugo Lanas.
Nasib lebih beruntung dialami co-pilot. Lanas mengatakan, penyelamatan co-pilot yang belum diketahui namanya itu berjalan sukses.
Menurut Lanas, pesawat MK-89 Strikemaster buatan Inggris yang jatuh tersebut sedang menjalankan misi latihan di utara Provinsi Sucumbios province.
Dalam pekan ini, lanjutnya, kecelakaan pesawat juga terjadi, menewaskan 7 orang penumpang dan penduduk. Pesawat Beechcraft 200 bermesin ganda itu menubruk sebuah apartemen di utara Quito. (irw/gah)











































