"Nanti dijadikan Ethanol, dan hasilnya tergantung kandungan konsentrasi (glukosa) masing-masing. Paling tinggi itu tebu, 70 persen," ujar staf Pakar Energi Alternatif, Sartono.
Hal itu disampaikan dia dalam demo kompor berbahan bakar Ethanol-Bensin di NAM Centre, Jl Angkasa Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (25/03/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penggunaan bahan pangan sebagai salah satu alternatif energi bahan bakar dianggap semakin memudahkan masyarakat. "Karena dapat menyesuaikan dengan hasil pangan di suatu wilayah. Misalnya di Lampung bisa menggunakan singkong, lalu di Yogya bisa tebu," ujar Sartono lagi.
(amd/gah)











































