"Ke depan akan sangat berprospek sekali, pemerintah juga akan memberikan stimulus sebesar Rp 1.000 per liter sebagai subsidi BBN," ujar Anggota Komisi VII DPR RI Agusman Effendi kepada detikcom, Rabu (25/03/2009).
Hal tersebut dikatakannya usai menjadi pembicara dalam diskusi terbatas bertajuk "Peluang Penggunaan Energi Alternatif" di NAM Centre, Jl Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun begitu, masih ada kendala dalam penerapan energi alternatif ini. Dalam penjelasan nya, setidaknya terdapat lima hal yang harus diperhatikan lebih lanjut. Kendala tersebut adalah:
1. Ketersediaan dan tumpang tindih lahan,
2. harga BBN yang lebih tinggi dibanding harga BBM,
3. banyaknya produsen BBN yang terpaksa mengurangi/menghentikan pasokan BBN untuk domestik karena harga yang tidak kompetitif
4. pelaksanaan PSO (dalam hal ini Pertamina dan PLN) yang tidak memiliki alokasi anggaran untuk membeli BBN lebih tinggi dari harga patokan BBM
5. serta potensi konflik dengan bahan pangan dan isu lingkungan.
(gah/irw)










































