"Bali Process merupakan suatu forum di mana negara-negara asal, negara transit dan negara tujuan dari people smuggling dan trafficking person duduk bersama-sama," kata Direktur Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata Departemen Luar Negeri Desra Percaya.
Hal tersebut ia sampaikan usai acara diskusi bertajuk 'Workshop Mengenai Isu-Isu Internasional' di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Rabu (25/3/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kasus Myanmar itu akan kita bahas nanti bersama-sama," imbuhnya.
Rencananya, pertemuan itu akan dihadiri oleh sekitar 50 negara. Namun belum semua negara yang diundang sudah melakukan konfirmasi.
Dalam pertemuan itu, nantinya akan dihasilkan sebuah kesepakatan bersama yang bisa membantu penyelesaian kasus penyelundupan manusia. Selain itu, akan dibentuk juga sebuah tim ad hoc, yang bertugas khusus menangani kasus tersebut.
"Nanti akan ada suatu mekanisme dimana dengan mekanisme itu negara bisa minta bantuan kepada Australia dan Indonesia untuk mengadakan meeting dan membahasnya," pungkasnya.
(mad/irw)











































