"Dunia pada umumnya sedang krisis air. Banyak negara sering mengalami
kehausan," ujar Rachmat usai acara peluncuran Pekan Lingkungan Indonesia, di
JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (25/3/2009).
Rachmat menambahkan, krisis air tidak hanya terjadi di negara-negara kering
seperti Afrika tapi juga Indonesia. "Di DKI air pun sudah mulai krisis,"
tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tanpa hutan dan pohon, air hanya akan terus mengalir saja," jelasnya.
Menanggapi krisis air di Jakarta, Walikota Jakarta Selatan Silviana Murni
menyampaikan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi hal ini. Salah satunya melalui instruksi melalui camat dan lurah untuk melakukan penghematan air.
"Gubernur telah menginstruksikan kepada setiap walikota untuk membuat 1 juta lubang resapan biopory di wilayahnya," ungkap perempuan berkacamata ini.
(ape/lrn)











































