Ketiga jurnalis Belanda itu yakni Babbete Nienel, Peter Mariow Smith, dan Ronald Wigman .
Ketiganya ditangkap saat tiba di Jayapura bersama rombongan pimpinan Organisasi Papua Merdeka (OPM) Nicolaas Jouwe, pada Selasa (24/3/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
AJI juga menyayangkan ketertutupan Papua bagi jurnalis asing. Kondisi itu dianggap meminimkan arus informasi dari Papua ke mancanegara.
Pembatasan arus informasi tersebut dinilai telah membatasi hak masyarakat internasional untuk memperoleh informasi dari Papua.
Demikian rilis dari AJI yang dterima detikcom, Selasa (24/3/2009).
Atas penangkapan tiga jurnalis Belanda itu, AJI menyatakan sikap. Pertama, agar pemerintah melalui Dirjen Imigrasi membebaskan ketiga jurnalis tesebut demi melindungi hak jurnalis mencari informasi yang benar.
Kedua, agar pemerintah membuka seluas-luasnya akses jurnalis dari negara manapun untuk meliput di papua dengan menjamin keamanan dan keselamatan mereka.
Nicolaas Jouwe adalah tokoh senior OPM yang lama bermukim di Belanda. Kedatangannya ke Indonesia untuk membahas perdamaian antara RI dengan OPM.
Sebelum membahas perundingan, Jouwe memang dijadwalkan berkunjung ke tanah kelahirannya yang sudah lebih dari 40 tahun ia tinggalkan.
(Rez/nwk)











































