Isolasi unggas di Desa Cintanagara itu dilakukan Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Pemkab Garut untuk menjaga agar virus flu burung tidak menyebar.
" Selain itu, kami juga melakukan penyemprotan seluruh kandang unggas yang ada serta melakukan sosialisasi kepada warga agar menjaga kandang unggas bersih dan sehat," ungkap petugas Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kabupaten GarutNiko, Selasa (24/3/2009) malam kepada wartawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kematian ayam yang yang kami catat sejak tanggal 9 sampai 19 Maret jumlahnya mencapai 50 ekor lebih, tapi memang kematian ayam mendadak ", ujar Niko.
Meskipun populasi unggas tidak terlalu padat hanya sekitar 400 ekor yang didominasi unggas air, akan tetapi kondisi kandang unggas kurang sehat.
"Sehingga kemungkinan munculnya virus flu burung cukup besar," tambah Niko.
Hingga saat ini pihak Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan belum bisa memastikan apakah kematian diakibatkan Virus H5N1. Untuk memastikan, telah diambil sampel darah dari 9 unggas untuk dikirim ke Balai Penyelidikan Hewan Menular dan Kesmavet (BPPHK) Cikole Bandung.
"Untuk dilakukan pemeriksaan VCR dan serologi, hasilnya kurang lebih seminggu," pungkas Niko.
(nwk/nwk)











































