"Hanya pak Anggito yang bisa mennjelaskan, itu kan pemerintah," kata Abdul Hadi usai diperiksa di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Selasa (24/3/2009).
Abdul Hadi juga mengaku, rapati di hotel bintang lima itu memang bukan rapat resmi. Padahal, menurut bekas politisi PAN ini, rapat panitia anggaran hanya ada 2 yang diakui.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, ia juga melihat ada keganjilan dalam rapat pembahasan anggaran dengan Departemen Perhubungan dan Pekerjaan Umum (PU). Dalam rapat tersebut, ada perubahan anggaran yang sangat signifikan antara dana yang diusulkan dengan hasil akhir.
"Misalnya ada usulan dana kereta api asalnya Rp 800 miliar tinggal Rp 300 miliar," tambahnya.
(mad/ken)











































