"Kita mengecek dan dia dipandang sebagai guru spiritual KPK. Bahkan dia membuat web, tempat konsultasi bagi karyawan. Dia memiliki spirit dan integritas," kata Ketua Panitia Seleksi Penasihat KPK Jimly Asshiddiqie saat berbincang dengan detikcom melalui telepon, Selasa (24/3/2009).
Jimly tidak menafikan calon lainnya yang memang memiliki kemampuan, tapi khusus bagi Abdulah menurutnya telah memiliki pengetahuan mengenai korupsi.
"Dia tepat dipilih KPK. Integritasnya tidak ada duanya. Contohnya saja kalau diundang ke acara-acara, dia tidak mau minum. Jadi dia itu barometer untuk KPK," jelasnya.
Jimly bertutur, dari 500 orang yang melamar, memang ada dua golongan yakni yang mencari pekerjaan dan yang memang berminat untuk ikut membangun bangsa dalam pemberantasan korupsi.
"Beliau masih diperlukan KPK, memang dia paling menonjol, papernya paling bagus, juga tes psikologi juga paling menonjol," tutupnya.
Kini Abdulah resmi kembali menyandang posisi sebagai penasihat KPK. Tingkah laku hidupnya yang bersih kiranya perlu menjadi contoh bagi semua pejabat. Berikan saran dan pendapat Anda dalam pro-kontra.
(ndr/iy)











































