Keduanya sedang diinterogasi secara intensif di Pyongyang, Korut. Demikian diberitakan surat kabar Korea Selatan (Korsel) JoongAng Ilbo seperti dilansir News.com.au, Selasa (24/3/2009).
Kedua warga AS itu, Laura Ling dan Euna Lee bekerja untuk media Current TV yang berbasis di San Francisco, AS. Keduanya ditangkap setelah menyeberangi perbatasan secara ilegal untuk masuk ke Korut dari China.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua wanita itu saat ini ditahan di fasilitas khusus yang dikelola badan intelijen militer Korut di pinggiran Pyongyang.
Badan intelijen Korsel, Dinas Intelijen Nasional menyatakan, otoritas intelijen Korsel dan AS terus mengikuti perkembangan kasus ini. Departemen Luar Negeri AS juga telah mengkonfirmasi bahwa dua jurnalis AS sedang ditahan di Korut.
Washington tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Pyongyang. Karena itu pejabat-pejabat intelijen AS telah meminta Korsel untuk membantu mengumpulkan informasi mengenai keberadaan dua wanita AS itu.
Penahanan jurnalis ini terjadi di tengah menegangnya hubungan Korut dengan AS. Kedua negara bersitegang menyusul penolakan Korut untuk memverifikasi seluruh kegiatan nuklirnya di masa lalu. Juga dikarenakan pengumuman Korut bahwa negeri komunis itu akan meluncurkan satelit ke orbit pada awal April mendatang.
AS dan negara-negara lainnya telah menyerukan Korut membatalkan peluncuran tersebut. Sebab dikhawatirkan peluncuran satelit itu semata-mata untuk menutup-nutupi uji coba rudal jarak jauh. (ita/iy)











































