Dituduh Mata-mata, 2 Jurnalis AS Masih Ditahan Korut

Dituduh Mata-mata, 2 Jurnalis AS Masih Ditahan Korut

- detikNews
Selasa, 24 Mar 2009 14:50 WIB
Dituduh Mata-mata, 2 Jurnalis AS Masih Ditahan Korut
Pyongyang - Dua jurnalis Amerika Serikat (AS) hingga kini masih ditahan otoritas Korea Utara (Korut). Kedua wanita itu dituduh sebagai mata-mata.

Keduanya sedang diinterogasi secara intensif di Pyongyang, Korut. Demikian diberitakan surat kabar Korea Selatan (Korsel) JoongAng Ilbo seperti dilansir News.com.au, Selasa (24/3/2009).

Kedua warga AS itu, Laura Ling dan Euna Lee bekerja untuk media Current TV yang berbasis di San Francisco, AS. Keduanya ditangkap setelah menyeberangi perbatasan secara ilegal untuk masuk ke Korut dari China.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyidik Korut memeriksa catatan-catatan mereka, rekaman video dan kamera mereka untuk mencari tanda-tanda bahwa mereka memata-matai fasilitas militer Korut. Demikian menurut JoongAng Ilbo mengutip pejabat intelijen Korsel yang dirahasiakan identitasnya.

Kedua wanita itu saat ini ditahan di fasilitas khusus yang dikelola badan intelijen militer Korut di pinggiran Pyongyang.

Badan intelijen Korsel, Dinas Intelijen Nasional menyatakan, otoritas intelijen Korsel dan AS terus mengikuti perkembangan kasus ini. Departemen Luar Negeri AS juga telah mengkonfirmasi bahwa dua jurnalis AS sedang ditahan di Korut.

Washington tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Pyongyang. Karena itu pejabat-pejabat intelijen AS telah meminta Korsel untuk membantu mengumpulkan informasi mengenai keberadaan dua wanita AS itu.

Penahanan jurnalis ini terjadi di tengah menegangnya hubungan Korut dengan AS. Kedua negara bersitegang menyusul penolakan Korut untuk memverifikasi seluruh kegiatan nuklirnya di masa lalu. Juga dikarenakan pengumuman Korut bahwa negeri komunis itu akan meluncurkan satelit ke orbit pada awal April mendatang.

AS dan negara-negara lainnya telah menyerukan Korut membatalkan peluncuran tersebut. Sebab dikhawatirkan peluncuran satelit itu semata-mata untuk menutup-nutupi uji coba rudal jarak jauh. (ita/iy)



Berita Terkait