"Kalau seks yang dilakukan pria bisa cepat menyebar (virus HIV). Bisa ke sesama atau bisa juga ke istrinya," kata salah satu aktivis GWL Indonesia Hari Prabowo, usai diskusi Penanggulangan HIV AIDS di KBR68 H, Jl Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa (24/3/2009).
Hari menjelaskan, risiko yang menjangkiti kaum GWL tidak lain karena mereka melakukan seks tidak aman sehingga potensi penularan virus HIV tidak bisa dikontrol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hari, jumlah komunitas GWL di Indonesia sudah mencapai lebih dari 1 juta orang. Hal tersebut yang membuat Hari beserta jaringan komunitas GWL Indonesia terus melakukan edukasi dan advokasi tentang penanggulangan bahaya AIDS.
"Kita punya yang namanya ABCD, A itu Abstinance artinya tidak melakukan seks sama sekali, B itu Be faithfull (setia pada pasangan). C untuk Condom (seks menggunakan kondom) dan D artinya no Drugs," bebernya.
Pencegahan Dini
Sebagai pencegahan dini, GWL dianjurkan melakukan proses uji atau dikenal dengan Voluntary Counseling Testing (VCT).
Menurut Hari, VCT merupakan hal penting untuk mencegah penyebaran virus HIV. Walau begitu, ia menyayangkan masih banyak teman-temannya yang menganggap remeh VCT.
"Saya rasa ini menjadi PR bersama, karena kita tidak ingin penyebaran AIDS semakin banyak padahal kita bisa mencegahnya," imbuh pria yang mengaku gay ini.
VCT adalah uji dini untuk mengetahui apakah seseorang mengidap virus HIV atau tidak. Prosesnya dengan melakukan tes darah pada seseorang.
Sampel darah kemudian akan diberi antibodi agar diketahui hasilnya terinfeksi HIV atau tidak. "Untuk rapid test (pengujian cepat) 10 hingga 15 menit bisa diketahui hasilnya, tapi validitasnya hanya 75 persen," jelas Hari.
Pemerintah Indonesia melalui Komite Penanggulangan AIDS Indonesia (KPAI) sudah mulai bekerja sama dengan beberapa klinik untuk melaksanakan program ini. Biaya yang dikeluarkan pun relatif murah sekitar Rp 10.000 - Rp 15.000 untuk sekali tes.
"Ada tempat-tempat (klinik) yang ditunjuk pemerintah untuk melakukan tes ini. Kalau mau silakan mendatangi LSM-LSM yang concern terhadap penanggulangan AIDS nanti akan didampingi," ujarnya.
Selain murah dan praktis, seseorang yang melakukan VCT juga dijamin kerahasiaannya. Hal ini agar tidak ada penghakiman dari masyarakat.
"Yang penting itu sukarela, kalau tidak ketahuan sekarang nanti malah repot," tutupnya.
(ape/nrl)











































