Dalam beberapa minggu ke depan, suhu politik Malaysia akan kian memanas. Hal ini terkait kepemimpinan PM Abdullah Ahmad Badawi yang tidak lama lagi akan berakhir.
Dua koran yang dibredel tersebut yakni "Suara Keadilan", milik partai oposisi pimpinan Anwar Ibrahim, Partai Keadilan, serta "Harakah (pergerakan)" yang dimiliki oleh partai Islam PAS.
"Kami menerima surat dari Departemen Dalam Negeri sore ini. Suara Keadilan telah diblokir selama tiga bulan," ujar juru bicara "Suara Keadilan" Tian Chua seperti dilansir dari AFP, Senin (23/3/2009).
Tian menilai tindakan pemerintah Malaysia menutup sementara surat kabar sangat bertentangan dengan kebebasan pers. "Kami takut bahwa tindakan ini pemerintah adalah sebuah acara untuk melarangan kebebasan pers di Malaysia," katanya kepada AFP.
Sekjen Partai Islam, PAS, Kamaruddin Jaafar mengatakan bahwa pihak akan naik banding terhadap keputusan. "Ini merupakan pelanggaran terhadap kebebasan media dan pelanggaran politik. "Ini salah satu tanda penindasan setelah Najib berkuasa kembali," tandasnya.
Najib menggantikan Badawi setelah partainya, UMNO memenangkan pemilu Malaysia minggu ini.
(did/anw)











































