"Ya kan yang ditugaskan oleh pemerintah itu adalah Pak Anggito untuk melobi anggota DPR satu-satu dulu," kata Abdul Hadi Djamal usai diperiksa KPk sebagai saksi Hontjo Kurniawan di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (23/3/2009).
Menurut Abdul Hadi, Anggito merupakan sosok yang sangat agamis, Islamis, punya hati nurani, bermoral untuk bisa menyampaikan siapa-siapa saja yang terlibat dan hadir di Hotel Four Season.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan DPR harus menetapkan 1x24 jam," tegasnya.
Abdul Hadi pun mengaku, dirinya yang pertama kali dilobi Anggito di Hotel Borobudur. "Masih bulan Januari akhir. Dia bilang kepada teman-teman supaya bisa menyetujui pasal 23 itu," jelasnya.
Namun saat ditanyakan apakah Menkeu Sri Mulyani mengetahui hal itu, Abdul Hadi mengaku tidak mengetahuinya. "Wah saya tidak tahu. Tanyakan pada Pak Anggito," imbuhnya.
Seharusnya, lanjut Abdul Hadi, Menkeu mengetahuinya. "Ya tanya kemarin yang tanda tangan siapa? Tanya Pak Anggito. Seharusnya sih Menkeu yang tandatangan tapi saya tidak tahu," jelasnya.
Kok kemarin salah hotel? "Saya ingatnya hotel tempat Hillary Clinton nginap. Penyidik yang ingatkan saya kalau hotelnya Four Season," jawabnya.
Abdul Hadi pun enggan menyebutkan siapa saja yang hadir dalam pertemuan di Hotel bintang lima tersebut. "Teman-teman nggak usah khawatir. Kalau memang hadir di situ, ya tunggu saja pasti dipanggil," tandasnya.
(gus/iy)











































