Hal itu disampaikan Manejer Pelayanan Medis RS Eka Hospital, dr Busman kepada wartawan, Sabtu (21/03/209) di Jl Arengka, Pekanbaru. Menurutnya, ketika Raymon menjalani rawat inap, hasil pemeriksaan medis mengalami ganguan tidur alias insomnia.
"Ketika ditangani tim medis, korban sempat bercerita kalau dia kelelahan karena terlalu letih bekerja. Tapi memang hasil pemeriksaan mengalami insomnia," kata Busman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Informasi yang dihimpun detikcom, sebelum kejadian korban masih mau ditemani rekan sekerjanya di ruang VIP kamar 544. Namun malam harinya, Raymon sempat meminta rekan-rekannya untuk keluar dari ruangan perawatan tersebut.
Di saat inilah, diduga, korban melakukan bunuh diri dengan cara melompat dari lantai lima. Malah saat melompat dia hanya mengenakan celana kolor dengan kaos dalam.
"Saat temannya keluar, korban juga keluar dari kamarnya dan tak lama setelah itu melompat. Teman-temanya sendiri waktu itu masih berada di dalam gedung rumah sakit tersebut," kata seorang saksi mata yang enggan disebut namanya.
(cha/djo)











































