World Silent Day, Bali Justru Disibukkan Kampanye Parpol

World Silent Day, Bali Justru Disibukkan Kampanye Parpol

- detikNews
Sabtu, 21 Mar 2009 10:24 WIB
World Silent Day, Bali Justru Disibukkan Kampanye Parpol
Denpasar - Hari ini, 21 Maret 2009 adalah waktu World Silent Day (WSD) untuk mengurangi penggunaan energi. Namun WSD belum sepenuhnya diikuti masyarakat. Bahkan, hari ini Bali semarak dengan kampanye yang dilakukan partai politik.

WSD yang dikampanyekan para aktivis lingkungan menganjurkan masyarakat untuk menghentikan aktivitas yang menggunakan energi. Waktu WSD berlaku selama empat jam, sejak pukul 10.00 wita hingga 14.00 wita pada 21 Maret 2009.

Masyarakat diimbau untuk tidak menggunakan kendaraan mobil, sepeda motor, handphone, televisi, mematikan lampu, radio dan komputer. Di waktu berhenti beraktivitas yang mengkonsumsi energi, masyarakat diajak
mengurangi penggunaan air, banyak berdiskusi tentang global warming dengan keluarga atau komunitas, menanam pohon, membaca buku serta menggunakan sepeda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun kampanye tersebut agaknya bertepuk sebelah tangan. Buktinya pada jam-jam tersebut, suasana nampak normal. Masyarakat tetap mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya, menggunakan handphone, menikmati televisi.

"Saya tidak tahu ada anjuran untuk tidak menggunakan kendaraan hari ini," kata seorang warga Denpasar Putu
Sukartana.

Bahkan, Bali hari ini disibukkan dengan hilir mudik ribuan kendaraan yang mengikuti kampanye partai politik. Tercatat, terdapat enam partai politik yang berkampanye di Bali, di antaranya Partai Demokrat, Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia, Partai Persatuan Daerah, Partai Pelopor.Β  Partai politik tersebut berkampanye hampir di seluruh kabupaten/kota.

Meskipun ajakan untuk mengurangi konsumsi penghematan energi belum dilaksanakan masyarakat, para aktivis lingkungan di Bali tetap serius menjalani aktivitas tanpa mengkonsumsi energi, seperti tidak menggunakan handphone. Detikcom yang mencoba menghubungi handphone beberapa aktivis lingkungan telah dimatikan.

(gds/djo)



Berita Terkait