"Persetujuan pinjaman itu akan mempercepat jalannya proyek dan mimpi kita akan terwujud," ujar Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (20/3/2009).
Fauzi mengatakan pencairan dana tahap 2 tersebut mepercepat pelaksanaan proyek dari total 90 bulan menjadi 80 bulan. Bahkan pembangunan fisiknya bisa dimulai pertengahan hingga akhir tahun depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foke menambahkan desain yang telah dibangun mengintegrasikan lingkungan dengan seluruh moda transportasi, mulai dari busway, kereta hingga MRT. Jaringan transportasi makro itu akan terhubung dengan jalur pedestrian dan city walk.
"Nantinya akan terwujud pola transportasi makro yang berbasis rel. Kita akan membangun circle line Tanah Abang, Kota, Senen hingga MRT Duku Atas," imbuhnya.
Untuk diketahui, dana senilai Rp 4,95 triliun itu merupakan bagian dari total dana proyek MRT senilai Rp 10,3 triliun. Sebagian besar yakni Rp 8,4 triliun diperoleh dari pembiayaan Japan Banking International Consortium (JBIC).
Sebelumnya tahun 2008 telah dilakukan pencairan dana pinjaman tahap 1 sebesar Rp 16 miliar. Dana itu digunakan untuk penunjukan konsultan serta pembuatan desain dasar.
(mpr/ndr)











































