"Seharusnya partai menyewa bus pariwisata jangan angkot. Tapi partai banyak yang tidak mau karena lebih mahal," kata Sekertaris DPD Organda DKI TR Panjaitan ketika dihubungi wartawan, Jumat (20/3/2009).
Panjaitan menyatakan, Organda telah meminta pengusaha tidak menyewakan kendaraannya untuk kampanye. Namun, menurutnya, yang menyewakan bus-bus tersebut adalah sopir, bukan pemiliknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β Β
Organda menyatakan akan memberikan sanksi ke angkutan yang trayeknya tidak jalan. "Kita akan beri peringatan. Dishub juga akan beri peringatan," katanya.
Warga Jakarta, Jumat ini terlantar sebab sejumlah angkutan disewa untuk kampanye Partai Demokrat (PD).
(nal/iy)










































