Pengakuan Eks Pejabat AS: Banyak Tahanan Guantanamo Tidak Bersalah

Pengakuan Eks Pejabat AS: Banyak Tahanan Guantanamo Tidak Bersalah

- detikNews
Jumat, 20 Mar 2009 11:12 WIB
Pengakuan Eks Pejabat AS: Banyak Tahanan Guantanamo Tidak Bersalah
Washington - Banyak tahanan di kamp Guantanamo, Kuba adalah orang-orang yang tidak bersalah. Mereka tertangkap oleh pasukan AS yang tak bisa membedakan antara musuh dan nonpejuang.

Hal itu dibeberkan seorang mantan pejabat pemerintahan George W Bush, Lawrence B. Wilkerson. Padahal selama ini militer AS bersikeras bahwa mereka yang ditahan di Guantanamo adalah para pejuang musuh dan mendatangkan ancaman bagi AS.

"Masih ada orang-orang tak bersalah di sana," kata Wilkerson, seorang Republikan yang menjadi kepala staf untuk Menteri Luar Negeri AS waktu itu, Colin Powell.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebagian telah berada di sana selama enam atau tujuh tahun," imbuhnya seperti dilansir harian Straits Times, Jumat (20/3/2009).

Diungkapkan Wilkerson, dirinya tahu dari briefing dan dan komunikasi dengan komandan-komandan militer bahwa AS dengan cepat menyadari banyak tahanan Guantanamo yang tidak bersalah. Namun mereka tetap ditahan dengan harapan mereka bisa memberikan informasi untuk intelijen AS.

"Tidak masalah apakah seorang tahanan tak bersalah. Karena dia tinggal di Afghanistan dan ditangkap di atau dekat area pertempuran, jadi dia pasti tahu sesuatu yang penting," tutur Wilkerson.

Diimbuhkannya, banyak tahanan Guantanamo jelas-jelas tak memiliki kaitan dengan al Qaeda dan Taliban. Mereka hanyalah orang-orang tak bersalah yang berada di waktu dan tempat yang salah.

Sekitar 800 orang telah ditahan di Guantanamo sejak penjara itu dibuka pada Januari 2002. Dan saat ini masih ada 240 orang yang ditahan. Menurut Wilkerson, dua lusin di antaranya adalah teroris. Namun sisanya adalah orang tak bersalah yang harus dibebaskan.

Dituturkan Wilkerson, dirinya tidak membeberkan soal ini sewaktu masih menjabat karena sebagian informasi tersebut bersifat rahasia. Namun kini dia merasa harus membeberkan hal tersebut.

Presiden AS Barack Obama telah mengumumkan rencana penutupan kamp Guantanamo. Pemerintahan Obama kini tengah mengevaluasi apa yang akan dilakukan dengan para tahanan yang masih berada di Guantanamo.

(ita/iy)


Berita Terkait