"Nggak mungkin kidal. Kalau kidal dari kanan ke kiri. Ini dari kiri ke kanan. Kalau Anda berada di depan saya dan Anda pegang pisau di sebelah kanan, Anda tusuk saya di leher sebelah mana? Kiri kan? Nah itu ilmu forensik," ujar dokter forensik RSCM yang menangani jenazah Elen, Dr Zulhasmar Syamsu, kepada detikcom, Jumat (20/3/2009).
Menurut Zulhasmar, memang ada dua luka tusuk di tubuh Elen. Namun hanya yang di leher yang mematikan karena menembus hingga ke kanan leher. Tusukan itu mengenai batang tenggorokan, kelenjar gondok, alat pernafasan bagian atas robek, dan pembuluh darah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum terbunuh, Elen melakukan perlawan terhadap pelaku. Hal ini dilihat dari tanda-tanda lecet di sebagian tubuh Elen seperti pergelangan tangan, wajah, tungkai kaki, paha, dan punggung tangan.
"Kalau dia melawan terus ada nyakar si pelaku, kita bisa cek golongan darah pelaku dari sidik jari Elen. Tapi ini dia nggak ada bekas nyakar," imbuhnya.
Menurut Zulhasmar, diperkirakan Elen dibunuh pukul 14.00-17.00 WIB. "Jadi polisi nanti kan bisa mengecek siapa saja yang berada di TKP sekitar pukul itu," tandasnya.
(gus/nrl)











































