Pemerintah Kucurkan Rapelan BLT Jelang Pemilu

Pemerintah Kucurkan Rapelan BLT Jelang Pemilu

- detikNews
Kamis, 19 Mar 2009 18:58 WIB
Pemerintah Kucurkan Rapelan BLT Jelang Pemilu
Jakarta - Pemerintah memutuskan Bantuan Langsung Tunai (BLT) harus kelar Maret 2009, sebelum Pemilu Legislatif April 2009. BLT yang akan dikucurkan Maret ini akan dirapel untuk 2 bulan, Januari dan Februari.

"BLT sudah dilaksanakan dua kali, selalu kompensasi kenaikan BBM untuk rakyat kecil, sekaligus sekarang ini untuk mengimbangi adanya krisis, mungkin ada pendapatan masyarakat menurun akibat krisis, maka BLT dilaksanakan segera. Mestinya Januari-Februari, tapi karena persiapan butuh waktu maka selesai Maret ini," ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

Hal itu disampaikan JK saat jumpa pers di kantornya, Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (19/3/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

JK menjelaskan, BLT ini pada tahun 2008 sudah berlangsung selama 6 bulan. Sesuai dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pemerintah menambah BLT 2 bulan.

"Kita sebenarnya mau konsep satu tahun. Tetapi DPR tidak setuju, DPR hanya
setuju delapan bulan. Enam 2008, dua di 2009. Ini diputuskan sebelum krisis,
jangan lupa," ujar dia.

Menurut JK pemberian BLT saat harga BBM sudah turun itu, untuk memberikan
kompensasi karena dampak krisis ekonomi. BLT dinilai bagus untuk transfer tunai pada saat krisis. Dana total untuk BLT yang akan dikucurkan Maret 2008 ini adalah Rp 3,6 triliun.

"Kurang lebih 18,5 juta KK. Berarti satu bulan Rp 1,8 triliun, dua bulan menjadi Rp 3,6 triliun," imbuhnya.

Sasaran BLT itu adalah masyarakat yang menerima BLT pada tahun lalu. Masyarakat cukup membawa kartu BLT yang sudah diberikan sebelumnya.

"Dan supaya masyarakat jangan bingung. Yang diberikan tetap diberikan yang
sebelumnya karena ini kelanjutan. Karena itu masyarakat cukup bawa kartunya.
Kartu itu memang hanya kartu pokok kuponnya sudah tidak ada. Menyerahkan kartu langsung dikasih dua bulan sekaligus Rp 200 ribu," jelasnya.

JK pun mengatakan kenapa pemberian BLT ini agak terlambat.
"Kenapa agak telat? Mula-mula mau dicetak, tetapi karena dana tidak dicetak
kuponnya, hanya dia punya arsipnya, ada namanya dia, itu diserahkan," tegas dia.

(nwk/anw)


Berita Terkait