"Kami sangat menyayangkan kinerja polisi. Sampai saat ini, kami tidak diberi informasi perkembangan kasusnya. Harusnya kami diberitahu," ujar adik kandung Nasrudin, Andy Samsudin Iskandar saat dihubungi wartawan, Rabu (18/3/2009).
Keterbukaan pihak penyidik dalam penyidikan kasus tersebut, sangat diharapkan pihak keluarga.
"Sehingga kita tidak menduga-duga dan semakin melebar," katanya.
Sementara itu, Andy juga mengaku belum mendapatkan lampiran hasil otopsi dari pihak Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto.
Padahal, kematian Nasrudin sudah berlalu sejak 3 hari yang lalu. "Hingga kini kami belum menerima hasil otopsi. Katanya sudah diberikan ke penyidik, tapi kami belum dikasih," jelasnya.
Nasrudin ditembak orang tak dikenal pada Sabtu (14/3/2009) lalu. Nasrudin ditembak usai bermain golf di kawasan Modernland, Tangerang.
Dua peluru yang diluncurkan berhasil menembus kepala Direktur PT Putra Rajawali Banjaran ini. Nasrudin akhirnya meninggal dunia saat ditangani Unit Gawat Darurat RS Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto pada Minggu (15/3/2009). (mei/ndr)











































