Herman: Saya Tidak Menjelekkan Polri

Eks Kapolda Jatim Mundur Sebagai Polisi

Herman: Saya Tidak Menjelekkan Polri

- detikNews
Rabu, 18 Mar 2009 17:25 WIB
Jakarta - Mantan Kapolda Jawa Timur Herman Suryadi Sumawiredja memutuskan mundur sebagai polisi karena merasa ada intervensi Polri dalam upayanya membuka kasus pemalsuan DPT di Sampang dan Bangkalan dalam Pilkada Jatim. Herman membantah dirinya menjelekkan insititusi Polri dengan membuka kasus ini.

"Saya tegaskan saya tidak njelek-njelekin Polri. Apa yang saya ungkap ini buat rakyat," tegas Herman usai bertemu Megawati di kediaman Mega di Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2009).

Herman menyadari bahwa tak semua koleganya di Polri mendukung langkahnya membuka kasus yang kalau terbukti bisa meragukan kemenangan Gubernur Jawa Timur Soekarwo itu. Tak sedikit yang menuduh dirinya hanya sekedar mencari popularitas dengan ramainya pemberitaan tentang dirinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mempersilahkan kalau ada pihak-pihak di Polri yang mau marah atau tidak senang dengan apa yang dia lakukan. Dia mengatakan, apa yang ia lakukan semata-mata agar institusi Polri bisa tetap dipercaya oleh masyarakat dalam melakukan penegakkan hukum.

"Banyak yang ngomong katanya saya cari popularitas. Silahkan saja! Semua orang punya sikap masing-masing. Silahkan saja mau marah atau mau gak senang kepada saya. Toh banyak juga yang dukung saya," imbuhnya.

Ketika menjabat Kapolda Jawa Timur, Herman membuka kasus pemalsuan DPT di Sampang dan Bangkalan. Ia menjadikan Ketua KPUD Jatim sebagai tersangka. Namun kemudian Herman dicopot dari Kapolda dengan alasan hendak pensiun. Status tersangka Ketua KPUD Jatim diturunkan dari tersangka menjadi saksi. Lantaran kecewa, Herman memilih mundur sebagai anggota Polri. (Rez/ken)


Berita Terkait