Wartawan Ributkan 'Kursi' DPR

Wartawan Ributkan 'Kursi' DPR

- detikNews
Rabu, 18 Mar 2009 15:05 WIB
Wartawan Ributkan Kursi DPR
Jakarta - Bicara soal persaingan meraih kursi DPR memang selalu jadi topik seru bagi para caleg yang sedang gencar kampanye saat ini. Tapi, siapa bilang soal kursi DPR hanya diributkan oleh para caleg. Wartawan juga bisa ribut gara-gara kursi DPR. Hah?

Tenang. Yang diributkan wartawan bukan kursi berbusa tebal nan nyaman yang ada di ruang-ruang rapat komisi, tapi sekadar kursi plastik tanpa sandaran yang biasa digunakan tukang cukur keliling.

Lagian ribut ala wartawan bukan seperti caleg yang berebut pengaruh saat kampanye, tapi ribut alias heboh saat bergantian mengambil gambar ruangan anggota FPAN Abdul Hadi Djamal di di lantai 19, Gedung Nusantara I, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/3/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ruangan 1905 itu tiba-tiba jadi perhatian sejumlah wartawan karena Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledahnya, menyusul penetapan status tersangka Abdul Hadi dalam kasus suap dana stimulus proyek pengembangan fasilitas laut dan udara di wilayah timur Indonesia.

Karena pintu ruang Abdul Hadi ditutup dan dijaga petugas pengamanan dalam (pamdal), para wartawan tidak bisa mendokumentasikan proses penggeledahan yang sedang berlangsung di dalam.

Tapi namanya juga wartawan, entah dari mana tiba-tiba sebuah kursi plastik hijau didatangkan oleh seorang fotografer.

"Santai, kita gantian okey," kata seorang fotografer sambil tersenyum.

Belasan wartawan yang sebelumnya jinjit-jintit saat mengambil gambar dari kaca bening di atas pintu pun tiba-tiba heboh menyambut rekannya yang datang bak penyelamat itu.

"Hore...muantab," riuh para wartawan.

Para fotografer dan kameramen pun akhirnya bergantian mengambil gambar dari celah kaca bening tersebut tanpa kesulitan. Mereka pun bisa mendokumentasikan aksi para penyidik mengubek-ubek ruangan politisi yang sudah dipecat oleh partainya tersebut. (lrn/ken)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads