Penyidik KPK menggeledah Abdul Hadi Djamal di lantai 19 Ruang 1905 Gedung Nusantara I DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/3/2009). Petugas KPK yang mengenakan rompi dan sarung tangan ini memulai penggeledahan sekitar pukul 11.10 WIB.
Pantauan detikcom, ruangan Abdul Hadi Djamal terdiri dari dua sekat yang dibatasi pintu. Di ruangan sekat depan tampak 4 orang penyidik sedang membuka lemari dan membuka dokumen. Aksi penyidik di ruangan sekat depan ini dijaga 2 staf Sekjen DPR yang memakai jas hitam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu di luar ruangan Abdul Hadi, wartawan mengambil gambar penggeledahan KPK dengan naik kursi secara bergantian.
Abdul Hadi ditangkap bersama staf TU Ditjen Perhubungan Laut Darmawati Dareho pada Senin 2 Maret 2009. Pada saat ditangkap ditemukan barang bukti uang sebesar US$ 90.000 dan Rp 54,5 juta di dalam mobil Darmawati.
Selain itu, KPK juga menangkap komisaris PT Kurniajaya Wirabakti Hontjo Kurniawan di Apartemen Taman Anggrek, Jakarta Barat. Ia diduga sebagai pemberi uang terkait dana stimulus proyek pembangunan dermaga dan pelabuhan di Indonesia Timur. Nilai proyek tersebut mencapai Rp 100 miliar.
(nik/iy)











































