ISI Surakarta Gelar 'Pemilu'

ISI Surakarta Gelar 'Pemilu'

- detikNews
Rabu, 18 Mar 2009 12:23 WIB
Solo - Pemilu baru akan dilaksanakan 9 April mendatang. Namun hari ini, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta telah mendahului. Pemilu di ISI Surakarta bukan untuk memilih caleg atau capres, melainkan untuk memilih rektor baru. Dosen, pegawai hingga mahasiswa semua punya hak untuk nyontreng.

Pemilihan rektor yang dilaksanakan layaknya pemilu tersebut diadakan di Pendopo ISI Surakarta, Jl Ki Hajar Dewantoro, Solo, Rabu (18/3/2009) dari pukul 09.00 hingga 13.00 WIB.

Pemilihan digelar layaknya pemilu sebenarnya. Ada panitia pembagi kartu suara, ada bilik suara dan juga ada kotak suara. Penandaan untuk memilih calon juga dilakukan dengan cara menyontreng. Pemilih yang sudah menggunakan hak pilih juga haus menyelupkan jari ke tinta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemilih yang terdaftar sejumlah 1.485 orang yang terdiri mahasiswa sejumlah 993 orang, pegawai 260 dan dosen 232 orang. Adapun para bakal calon rektor yang dipilih adalah Prof Dr Rustopo, Prof Dr Slamet Suparno, Dr Dharsono, dan Prof Dr Sri Rochana.

Sekretaris panitia pemilihan, Drs Subandi MHum, mengatakan cara tersebut ditempuh ISI Surakarta untuk mengetahui tingkat dukungan seluruh sivitas akademika terhadap calon rektor yang nantinya akan memimpin mereka selama
lima tahu ke depan.

"Kami akan memberikan kesempatan kepada pemilih hingga pukul 13.00 WIB nanti. Pada pukul 13.30 WIB kami akan melakukan penghitungan suara.
Peghitungan suara akan dilakukan secara terbuka sehingga semua pemilih dapat menyaksikan proses penghitungan suara," papar Subandi.

Lebih lanjut Subandi mengatakan pemberian dukungan melalui pemungutan suara tersebut bukan satu-satunya tahap dalam pemilihan rektor. Setelah tahap tersebut masih akan dilakukan fit and proper test terhadap para bakal calon yang dilakukan anggota senat ISI Surakarta.

"Hasil dukungan sivitas akademika dan hasil fit and propes test itulah nantinya akan dikirimkan ke Mendiknas sebagai bahan pertimbangan menteri untuk menentukan siapa yang dinilai layak menjadi rektor ISI Surakarta," lanjut Subandi. (mbr/anw)


Berita Terkait