Pembunuhan Dianggap Solusi Jitu Atasi Konflik

Pembunuhan Marak

Pembunuhan Dianggap Solusi Jitu Atasi Konflik

- detikNews
Rabu, 18 Mar 2009 11:09 WIB
Jakarta - Kasus pembunuhan di DKI Jakarta sungguh mengerikan. Dalam kurun waktu dua minggu, 5 orang tewas karena dibunuh. Mayoritas kasus itu belum terkuak. Apa yang sebenarnya terjadi di masyarakat? Mengapa begitu gampang menghabisi nyawa?

Kriminolog dari Universitas Indonesia Erlangga Masdiana menilai, maraknya pembunuhan saat ini karena adanya pergeseran etika dalam dunia kejahatan. Menurutnya, saat ini penembakan atau pembunuhan dijadikan cara ampuh untuk mencapai tujuan.

"Kalau dulu kan orang merampok itu tidak harus membunuh. Kalau pun ada konflik sosial di masyarakat, dulu diselesaikan dengan lembaga adat atau tokoh agama," kata Erlangga saat berbincang dengan detikcom, Rabu (18/3/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Erlangga mengatakan, saat ini lembaga yang bisa menjembatani konflik di masyarakat bisa dibilang sudah tidak ada. Lembaga-lembaga adat maupun agama, sudah tidak dihormati seperti dulu.

"Itu karena tokoh agama yang bisa jadi panutan juga mengalami kontaminasi. Jadi hampir dikatakan, penyelesaian konflik sosial atau konflik lain diselesaikan antar kedua pihak yang berseteru," ujar akademisi Universitas Indonesia ini.

Erlangga juga menilai, maraknya pembunuhan juga disebabkan karena tingkat stres masyarakat yang makin tinggi. "Orang makin individualis, sistem kegotongroyongan makin menurun. Ini yang memprihatinkan. Ini yang menyebabkan kekerasan itu sebagai solusi menjadi jitu," lanjutnya. (ken/nrl)


Berita Terkait