2 Minggu di Jakarta: 4 Kasus Pembunuhan, 5 Orang Tewas

2 Minggu di Jakarta: 4 Kasus Pembunuhan, 5 Orang Tewas

- detikNews
Rabu, 18 Mar 2009 10:35 WIB
2 Minggu di Jakarta: 4 Kasus Pembunuhan, 5 Orang Tewas
Jakarta - Betapa ngerinya bulan Maret ini. Pembunuhan demi pembunuhan menjadi isu paling menonjol, selain hiruk pikuk pemilu. Dua minggu terakhir, sedikitnya ada empat kasus pembunuhan dengan lima korban tewas. Dari empat kasus tersebut, baru satu kasus yang terungkap.

Tanggal 11 Maret, hidup artis cantik Hanny Wahib berakhir dengan tragis. Dia dibunuh secara sadis. Pengungkapan kasus ini dipublikasikan Selasa kemarin. Pembunuh Hany ada dua orang, yang salah satunya adalah bekas pembantunya sendiri bernama Hendi Lesmana. Motifnya karena dendam.

Tak hanya memukul kepala Hanny dengan alu, Hendi yang menjalankan aksinya bersama temannya, Rahmatulloh, juga menyetubuhi jasad korban. Hanny ditemukan tewas oleh sang anak, Aat, di rumahnya, Jl Kompleks Intel Kota Blok 5 nomor 24-25, Jl Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat (Jakbar).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polisi berhasil menangkap pelaku lima hari melakukan pengejaran. Mereka terangkap di Sukabumi, Jawa Barat, Senin 16 Maret.

Saat polisi tengah mengusut kasus pembunuhan Hanny, muncul kasus penembakan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB), Nasrudin Zulkarnaen (41), yang menggemparkan. PRB merupakan anak perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), salah satu BUMN.

Nasrudin Zulkarnaen (41) ditembak oleh orang tak dikenal pada Sabtu 14 Maret usai bermain golf di Lapangan Golf Modernland, Tangerang. Saat itu, Nasrudin tengah mengendarai mobil BMW bersama sopirnya untuk pergi ke kantor PRB di Kuningan, Jakarta Selatan (Jaksel).

Baru beberapa ratus meter keluar dari Modernland, mobil Nasrudin dipepet oleh pelaku. Melalui kaca samping bagian belakang, pelaku kemudian menembakkan peluru ke arah Nasrudin dan mengenai kepala laki-laki asal Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) itu. Setelah dirawat di RS Mayapada dan RSPAD Gatot Soebroto, Nasrudin meninggal dunia sehari kemudian.

Jenazah Nasruddin memang telah dimakamkan. Namun, kematiannya menyisakan misteri. Pelaku dan motif apa di balik penembakan Nasrudin masih diselimuti awan tebal. Dari persoalan keluarga hingga dugaan Nasrudin dibunuh karena mempunyai data-data kasus korupsi.

Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk istri kedua almarhum, Irawati Arienda.

Kasus ketiga menimpa dua orang pembantu di rumah mewah di kawasan Perumahan Batu Permata Rt 14/5 No 6, Pejaten Timur, Jaksel. Mereka tewas di tangan perampok yang menyatroni rumah itu pada 16 Maret pukul 20.00 WIB. Barang yang hilang dari rumah pemilik Galeri Cemara di Menteng itu adalah kacamata, minyak wangi, dan aksesoris. Hingga kini, pelaku juga belum berhasil dibekuk polisi.

Yang paling gres, seorang wanita muda ditemukan tewas di pusat belanja termewah di Jakarta, Pacific Place Mall, yang terletak di kawasan bisnis SCBD, Jaksel, pada Selasa 17 Maret pukul 19.00 WIB. Korban tewas dengan luka di wajah dan satu tusukan di leher.

Untuk kasus yang terakhir ini, identitas korban bahkan belum diketahui, meski otopsi telah selesai dilakukan. Diduga, korban yang bekerja sebagai pelayan restoran itu dibantai karena persoalan asmara. Hingga kini mayat wanita berusia 20-an tahun itu masih terbujur di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Polisi harus bekerja keras mengungkap semua kejahatan misterius yang membuat miris ini.

(irw/nrl)


Berita Terkait