"Setahu saya, beliau (Nasrudin) banyak mengetahui masalah korupsi. Karena selama ini pergaulannya sangat luas baik dengan pejabat negara dan militer," ujar adik kandung almarhum Nasrudin, Andi Syamsudin Iskandar, kepada detikcom via telepon, Rabu (18/3/2009).
Tak cuma sering cerita masalah korupsi kepada sang adik, Nasrudin juga sering curhat masalah ini kepada teman dekatnya yang juga anggota DPR, Ali Muchtar Ngabalin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apakah yang dia ceritakan termasuk dugaan korupsi di perusahaan induknya (PT RNI)? "Iya, bisa jadi," jawab Andi.
Pada Selasa malam, Ali Muchtar Ngabalin mengungkapkan keyakinannya bahwa kematian sahabatnya itu terkait kasus korupsi. "Dia bukan politisi dan juga bukan kasus asmara. Ini terkait kasus korupsi dan perebutan kekuasaan," katanya.
Namun, lanjut Andi, dirinya tidak menutup kemungkinan adanya motif lain selain masalah dugaan korupsi, yakni motif internal keluarga.
"Yang jelas pelakunya bisa jadi orang-orang di luar yang punya pengaruh besar, bisa jadi juga orang dalam (keluarga).
Kalau pelakunya orang dalam apakah terkait dengan persaingan antara istri almarhum? "Saya tidak melihatnya, tapi lebih baik kepolisian saja yang menyelidikinya," ujarnya. (anw/nrl)











































